• Pelatihan Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu Laboratorium

    Tanggal 19 s/d 20 juli 2010 kemarin, kami (saya dan kepala seksi laboratorium Kantor Lingkungan Hidup ketapang)  mengikuti pelatihan selama 2 hari mengenai Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu Laboratorium di Balai Besar Industri Agro (BBIA) Bogor. selama 2 hari itu kami merasa puas dengan materi yang kami dapatkan, penyampaian materi dilakukan dengan baik dan praktek penyusunan dokumen juga dilakukan dengan bimbingan pemateri.

    BBIA Bogor

    Read the rest of this entry »


  • In House Training Instrumentasi Peralatan Laboratorium dari Shimadzu

    Hari Selasa tanggal 22 Juni 2010 sampai kamis 24 Juni 2010, Laboratorium Lingkungan Kantor Lingkungan Hidup kabupaten Ketapang mengadakan “In House Training Instrumentasi Alat-Alat Laboratorium Lingkungan” dengan mengundang 2 orang trainer dari Perusahaan Shimadzu.

    Pelatihan ini untuk 4 buah alat yaitu Spektrofotometer UV-Vis, Spektrofotometer AAS, Gas Chromotografi dan Total Organic Analyzer. Trainer dari Shimadzu yaitu Bp. Farhan Afiandi dan Bp. Deddy Iskandar.

    Gb. 1 Preparing Sampel

    Gb. 2 Training Gas Chromatografi Read the rest of this entry »


  • Cara menghilangkan bau air sumur di lahan gambut

    Hari sabtu kemarin mendapat telepon dari kak rosdiana, salah satu kawan kantor di lingkungan hidup. Beliau menayakan tentang air kolam / sumur di rumahnya yang agak berbau. Walaupun airnya jernih bau ini sudah cukup mengganggu dan membuat rasa air berubah. Apa yang bisa kita laukan untuk mengatasi hal ini?

    Penyebab Air berbau

    Umumnya sumur yang digali di atas lahan dengan kondisi gambut seperti di ketapang kalimantan barat, permasalahan umum yang harus dihadapi adalah sulitnya mendapatkan air bersih untuk keperluan minum atau MCK, karena air tidak saja asam (pH 3-4), kadar organik tinggi, kadar besi dan mangan tinggi, bau, warna kuning, atau cokelat tua (pekat), dengan tingkat kekeruhan 50 NTU (Nephelometric Turbility Units-Red), tetapi juga asin jika dekat dengan muara sungai / pantai. Oleh karena itu, masyarakat biasanya menggunakan air hujan sebagai sumber air minum dan menggunakan air sumur yang berwarna keruh untuk mencuci baju dan mandi.

    Langkah penyelesaian

    Saya sarankan agar air pompaan dari sumur jangan langsung dipakai melainkan ditampung terlebih dahulu pada resevoir/ tandon khusus. Fungsinya untuk menjernihkan dan menaikkan nilai pH menjadi 8-9 melalui pemberian abu soda atau kapur tohor yang dilarutkan. Hasilnya, akan terbentuk gumpalan berwarna hijau dan secara perlahan-lahan akan mengambang ke permukaan air, tetapi tidak berapa lama (sekitar 25 menit). Gumpalan berupa sebagian logam dan organik terlarut itu akan berubah warnanya menjadi kuning kecokelatan dan secara perlahan-lahan mengendap (30 menit). Atau dapat digunakan tawas atau polyaluminum chloride dengan diaduk searah sekitar lima menit.

    Air yang telah jernih dapat dialirkan ke bak pengendap. Tetapi, meski sudah jernih, air masih mengandung partikel kecil yang melayang-layang (organik), besi, mangan terlarut yang cukup tinggi dan berbau. Pada tahap selanjutnya dilakukan proses oksidasi (bisa dengan udara, kaporit, atau kalium permanganat). Kalium permanganat dapat dipilih dengan pertimbangan berwarna dan tidak berbau atau bisa juga kaporit 1-5 ppm (1-5 gram/1000 l air). Selanjutnya, proses penghilangan bau dan warna menggunakan karbon aktif (arang tempurung kelapa) bisa dibuat sendiri atau beli di toko bahan kimia. Bungkus karbon aktif dengan kain pembalut (bisa pakai kain apa saja yang pori-porinya lebar seperti kain mori) ukuran bungkusan harus bisa masuk pada paralon sepanjang 2 m ditengah pralon. Jadi ujung kiri 1 m dan ujung kanan 1 m kosong alirkan air dari ujung kiri , kalau bis dengan tekanan pompa, kalau tidak bisa dengan tekanan ketinggian. Insyaallah air yang keluar dari pipa sebelah kanan akan tidak berbau dan jernih.


  • Parameter Pencemaran Air

    Pencemaran lingkungan hidup yaitu; masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup, oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya. Demikian pula dengan lingkungan air yang dapat pula tercemar karena masuknya atau dimasukannya mahluk hidup atau zat yang membahayakan bagi kesehatan. Air dikatakan tercemar apabila kualitasnya turun sampai ke tingkat yang membahayakan sehingga air tidak bisa digunakan sesuai peruntukannya.

    Ada beberapa parameter untuk mengetahui kualitas air, diantaranya :

    I. Parameter Kimia

    a. DO (Dissolved Oxygen)

    Yang dimaksud dengan DO adalah oksigen terlarut yang terkandung di dalam air, berasal dari udara dan hasil proses fotosintesis tumbuhan air. Oksigen diperlukan oleh semua mahluk yang hidup di air seperti ikan, udang, kerang dan hewan lainnya termasuk mikroorganisme seperti bakteri.

    Agar ikan dapat hidup, air harus mengandung oksigen paling sedikit 5 mg/ liter atau 5 ppm (part per million). Apabila kadar oksigen kurang dari 5 ppm, ikan akan mati, tetapi bakteri yang kebutuhan oksigen terlarutnya lebih rendah dari 5 ppm akan berkembang.

    b. BOD (Biochemical Oxygent Demand)

    BOD adalah suatu analisa empiris yang mencoba mendekati secara global proses mikrobiologis yang Read the rest of this entry »


  • Teknologi desalinasi sederhana

    Melanjutkan penulisan sebelumnya, Jika air sudah asin/payau maka perlu teknik pengolahan yaitu  desalinasi (pengolahan air laut menjadi air tawar)—> beberapa yang kita ketahui yaitu Penyulingan,Osmosis Balik, Evaporator)

    Desalinasi adalah proses pemisahan yang digunakan untuk mengurangi kandungan garam terlarut dari air garam hingga level tertentu sehingga air dapat digunakan. Proses desalinasi melibatkan tiga aliran cairan, yaitu umpan berupa air garam (misalnya air laut), produk bersalinitas rendah, dan konsentrat bersalinitas tinggi. Produk proses desalinasi umumnya merupakan air dengan kandungan garam terlarut kurang dari 500 mg/l, yang dapat digunakan untuk keperluan domestik, industri, dan pertanian. Hasil sampingan dari proses desalinasi adalah brine. Brine adalah larutan garam berkonsentrasi tinggi (lebih dari 35000 mg/l garam terlarut).

    Distilasi merupakan metode desalinasi yang paling lama dan paling umum digunakan. Distilasi adalah metode pemisahan dengan cara memanaskan air laut untuk menghasilkan uap air, yang selanjutnya dikondensasi untuk menghasilkan air bersih. Berbagai macam proses distilasi yang umum digunakan, seperti multistage flash, multiple effect distillation, dan vapor compression umumnya menggunakan prinsip mengurangi tekanan uap dari air agar pendidihan dapat terjadi pada temperatur yang lebih rendah, tanpa menggunakan panas tambahan.

    Metode lain desalinasi adalah dengan menggunakan Read the rest of this entry »