Hari sabtu kemarin mendapat telepon dari kak rosdiana, salah satu kawan kantor di lingkungan hidup. Beliau menayakan tentang air kolam / sumur di rumahnya yang agak berbau. Walaupun airnya jernih bau ini sudah cukup mengganggu dan membuat rasa air berubah. Apa yang bisa kita laukan untuk mengatasi hal ini?
Penyebab Air berbau
Umumnya sumur yang digali di atas lahan dengan kondisi gambut seperti di ketapang kalimantan barat, permasalahan umum yang harus dihadapi adalah sulitnya mendapatkan air bersih untuk keperluan minum atau MCK, karena air tidak saja asam (pH 3-4), kadar organik tinggi, kadar besi dan mangan tinggi, bau, warna kuning, atau cokelat tua (pekat), dengan tingkat kekeruhan 50 NTU (Nephelometric Turbility Units-Red), tetapi juga asin jika dekat dengan muara sungai / pantai. Oleh karena itu, masyarakat biasanya menggunakan air hujan sebagai sumber air minum dan menggunakan air sumur yang berwarna keruh untuk mencuci baju dan mandi.
Langkah penyelesaian
Saya sarankan agar air pompaan dari sumur jangan langsung dipakai melainkan ditampung terlebih dahulu pada resevoir/ tandon khusus. Fungsinya untuk menjernihkan dan menaikkan nilai pH menjadi 8-9 melalui pemberian abu soda atau kapur tohor yang dilarutkan. Hasilnya, akan terbentuk gumpalan berwarna hijau dan secara perlahan-lahan akan mengambang ke permukaan air, tetapi tidak berapa lama (sekitar 25 menit). Gumpalan berupa sebagian logam dan organik terlarut itu akan berubah warnanya menjadi kuning kecokelatan dan secara perlahan-lahan mengendap (30 menit). Atau dapat digunakan tawas atau polyaluminum chloride dengan diaduk searah sekitar lima menit.
Air yang telah jernih dapat dialirkan ke bak pengendap. Tetapi, meski sudah jernih, air masih mengandung partikel kecil yang melayang-layang (organik), besi, mangan terlarut yang cukup tinggi dan berbau. Pada tahap selanjutnya dilakukan proses oksidasi (bisa dengan udara, kaporit, atau kalium permanganat). Kalium permanganat dapat dipilih dengan pertimbangan berwarna dan tidak berbau atau bisa juga kaporit 1-5 ppm (1-5 gram/1000 l air). Selanjutnya, proses penghilangan bau dan warna menggunakan karbon aktif (arang tempurung kelapa) bisa dibuat sendiri atau beli di toko bahan kimia. Bungkus karbon aktif dengan kain pembalut (bisa pakai kain apa saja yang pori-porinya lebar seperti kain mori) ukuran bungkusan harus bisa masuk pada paralon sepanjang 2 m ditengah pralon. Jadi ujung kiri 1 m dan ujung kanan 1 m kosong alirkan air dari ujung kiri , kalau bis dengan tekanan pompa, kalau tidak bisa dengan tekanan ketinggian. Insyaallah air yang keluar dari pipa sebelah kanan akan tidak berbau dan jernih.
Share on Facebook